-->

Kunci jawaban bahasa indonesia kelas 8 halaman 138 brainly

Kunci jawaban bahasa indonesia kelas 8 halaman 138 brainly


Jawab:

Teks eksplanasi adalah karya sastra Indonesia yang menyajikan informasi perihal detil terjadinya suatu peristiwa. Terdapat dua aspek yang dilaporkan dalam teks eksplanasi yaitu bagaimana dan kenapa suatu peristiwa dapat terjadi.


Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait teks eksplanasi. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.


PERTANYAAN

A. Menggunakan pola apakah pengembangan cuplikan-cuplikan teks di bawah  ini? Diskusikanlah dengan teman-temanmu!

1. Air merupakan sumber daya  alam yang sangat penting bagi  makhluk hidup. Terjadinya  hujan sangat dipengaruhi oleh  konveksi di atmosfer bumi dan  lautan. Konveksi adalah proses  pemindahan panas dari suatu  daerah ke daerah lainnya. Air yang  ada di permukaan bumi mengalami  proses penguapan akibat adanya  panas sinar matahari. Air tersebut  menguap ke udara dan akhirnya  terus bergerak menuju langit.


POLA PENGEMBANGAN: KRONOLOGIS

2. Gempa bumi terjadi saat batuan di  dalam bumi mengalami tekanan  yang sangat hebat. Dua lempengan  kulit bumi saling bergesekan.  Lempengan yang dimaksud yaitu  lempeng samudra dan lempeng  benua. Ketika lempeng saling  bergesek dan bertumbukan, akan  menghasilkan gelombang dahsyat,  yang kita rasakan sebagai gempa  bumi.


POLA PENGEMBANGAN: KRONOLOGIS

3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  merupakan peristiwa bersejarah.  Peristiwa harus diumumkan ke  seluruh penjuru dunia. Oleh karena  itu, beberapa saat setelah proklamasi  itu dibacakan oleh Soekarno-Hatta,  berbagai usaha dilakukan oleh para  perjuang.


POLA PENGEMBANGAN: KAUSALITAS

B. Tuliskanlah masing-masing dua cuplikan teks eksplanasi yang berpola kronologis dan kausalitas. Jelaskan alasan ataupun bukti-buktinya. Lakukan  secara berkelompok. Cantumkan sumber-sumber kutipan tersebut.


TEKS EKSPLANASI BERPOLA KRONOLOGIS

Tsunami sendiri merupakan salah satu fenomena alam yang menarik untuk dipelajari. Secara umum, terdapat tiga penyebab terjadinya tsunami yaitu gempa bumi, erupsi gunung berapi, hingga kondisi atmosfer. Pada kejadian tsunami Selat Sunda, para ahli dapat memastikan bahwa tsunami kali ini terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Tsunami akibat erupsi gunung berapi sedikit berbeda dengan tsunami akibat gempa bumi. Untuk dapat menciptakan tsunami, sebuah gunung berapi yang terletak di dalam atau di daerah perairan harus mengalami erupsi dalam skala besar. 

Hal ini karena untuk menciptakan gelombang tinggi, diperlukan energi yang tidak sedikit. Ketika erupsi tersebut terjadi, sebagian besar material dinding gunung berapi akan luruh. Peluruhan inilah yang akan mendorong terciptanya gelombang tinggi dengan energi yang sangat masif menyertainya.

 Gelombang yang tercipta akan semakin tinggi dan mematikan ketika mendekati wilayah darat. Hal ini dikarenakan semakin landai dan dangkalnya wilayah yang dilewati oleh gelombang tsunami tersebut. Adapun bukti dari erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai penyebab terjadinya tsunami Selat Sunda dipastikan melalui pengamatan udara setelah bencana terjadi. 

Informasi awal yang disampaikan oleh BMKG terkait tinggi gelombang yang tidak mencapai 1 meter dipatahkan dengan kenyataan di lapangan yang menunjukkan sebagian besar dinding gunung berapi longsor. Hal ini kemudian dipertegas dengan pernyataan saksi korban di lapangan yang menyatakan tinggi gelombang tsunami bahkan mencapai angka belasan meter. 

Tentunya angka ini dapat memberikan gambaran betapa dahsyatnya bencana yang melanda kawasan Selat Sunda kala itu, terutama mereka yang berada di kawasan pesisir pantai di sekitar Banten dan Lampung.



TEKS EKSPLANASI BERPOLA KAUSALITAS

Pengering rambut memanfaatkan prinsip perubahan energi. Pada setiap pengering rambut terdapat tiga komponen vital yaitu penerima daya, elemen pemanas, hingga kipas. 

Daya listrik yang diterima bagian penerima daya akan digunakan untuk menghidupkan elemen pemanas sambil di saat yang bersamaan menyedot udara dari sekitar alat. Keberadaan elemen pemanas inilah yang akan meningkatkan temperatur udara yang dikeluarkan oleh perangkat. Oleh karena itu, tanpa adanya elemen pemanas, pengering rambut tidak akan bisa bekerja sebagaimana mestinya. Elemen pemanas jugalah yang merubah energi listrik menjadi energi panas.


Bencana tsunami Selat Sunda setidaknya mengajarkan kita bahwa sebaik apapun pengetahuan kita tentang alam dan bencana, tetap ada hal yang tidak dapat kita pastikan. Kekuatan alam kerap melebihi daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif dan mitigasi bencana yang tepat agar di masa depan tidak perlu banyak saudara-saudari kita yang harus meregang nyawa akibat kelalaian kita dalam mengantisipasi dampak bencana.